RSS

Pembuatan game 2D dengan Unity part 1 – layout unity

Yo, malem-malem gini daripada nganggur,

Kepikiran buat nulis tentang unity, sebuah game engine yang sebenarnya sudah lama bikin penulis penasaran.

Nah berhubung dulu dapet rejeki disuruh ngerjain unity, jadilah keturutan buat nguplek2 ni engine, terutama dalam hal pembuatan game 2D.

Software unity sendiri merupakan sebuah game engine, yang memiliki kelebihan antara lain dapat digunakan untuk mengembangkan game dalam berbagai platform, baik desktop, web, android, maupun iphone.

Sedangkan bahasa pemrograman yang dapat digunakan antara lain: javascript, c#, python, dan boo (bahasa khusus unity sendiri).

 

Untuk lebih detail mengenai unity silahkan langsung kunjungi saja webnya di http://www.unity.com dan silahkan terpesonalah melihat fitur serta demo game yang tersedia di websitenya :D

 

Kenapa 2D?. padahal unity kan engine game 3d?

Yaa.. sebenarnya karena tuntutan yang minta dibikinin game si, maksa deh jadinya :D

 

Ok, saya anggap untuk instalasi ndak perlu dituntun, standart aja, download, next next next,

Kalau untuk versi free tinggal register sebentar sebelum menggunakan, atau kalau mau mencari versi berbayar yang free yaa silahkan dicari sendiri.

 

Setelah create a project (untuk game 2D kita tidak membutuhkan library-library yang ditawarkan, sehingga langsung saja create tanpa memilih package yang ditawarkan

Ok, berikut tampilan standar unity:

Mungkin punya kalian masih kosong, tapi yang penting sekarang kita sama-sama tau kegunaan kotak-kotak di unity itu.

  1. Workspace kita, tempat kita bekerja, kalau untuk game 3D kita akan memasukkan benda, memutar benda, mengatur lokasi dengan melihat workspace ini, tetapi untuk game 2D yang akan kita buat kita tidak akan menggunakan fitur ini
  2. Inspector, merupakan tempat untuk mengatur property dari resources yang kita miliki, seperti misalnya ukuran gambar, texture yang dipakai dsb
  3. Hirearchy, merupakan tempat untuk setiap object yang ada di unity, jadi misalkan kita punya orang, pohon, laut, awan, dsb semuanya akan masuk kesitu. Tetapi sekali lagi, untuk game 2D yang akan kita buat, kita hanya akan menggunakan 2 Object saja, gameobject, dan main camera
  4. Resources, tempat kita menyimpan resource yang kita punya. Misalkan gambar untuk tekstur, suara, font, Scene, dsb semuanya akan ditaruh disini.

Oh iya, dalam unity, dunia diwakilkan dalam scene, sehingga satu dunia merupakan sebuah scene sendiri, misalkan scene level 1 di pintu gerbang, scene level 2 di dalam istana dsb. Atau scene 1 untuk level easy, scene 2 medium, dst.

Intinya kita dapat menggunakan scene untuk perpindahan adegan dalam game kita.

Ok, mungkin untuk pengenalan cukup sekian dulu,

Minggu depan kita akan lanjut dengan pembuatan main menu :D

Stay tune plis.

 
Leave a comment

Posted by on January 18, 2012 in Uncategorized

 

Add custom slot to component in QT creator

Kemarin bingung, nyari gimana caranya nyambungin slot yang uda dibikin ke komponen guinya kalo pakai qtcreator, setelah searching, nemu postingan maknyus dari thejim di http://www.qtcentre.org/threads/28335-QT-Creator-won-t-recognize-a-slot

Langkah-langkah untuk menambahkannya:

To add a custom slot for a button:

  1. Switch to signal/slot edit mode (F4).
  2. Click and drag on the button to initiate the signal/slot editor.
  3. In the left pane, select your “clicked()”/”triggered()”/whatever signal.
  4. Below the right pane, click the “edit” button.
  5. Below the top pane, click the “Add” button, and enter the call for your custom slot.
  6. Click OK, and your custom slot should now be in the right pane.
  7. Select your custom slot, click OK, and build your project.

After you do this, the slot will show up in the <slots> drop-down, but since a signal/slot connection is created for you at this point, you’ll only need to utilize it from the drop-down if you use it with another signal.

Ignore: Unfortunately, this doesn’t work for menus, since the signals/slots edit mode wants to attach to the menu bar, rather than the menu items. If anyone has a workaround for this, I’d greatly appreciate it…

EDIT:

There is an easy trick to getting Creator to automatically connect signals to your custom slots, regardless of what they are: You have to name the slot function appropriately.

You have to name them using the format “on_<sender object name>_<signal>”. For example, if you have a button named “calculateButton”, and you want to launch your calculate function via the “clicked()” signal, you must name your function: “on_calculateButton_clicked”.

Qt Code:

Switch view

  1. void on_calculateButton_clicked();

To copy to clipboard, switch view to plain text mode 

Note that if you’re hand-coding everything, this doesn’t matter, you can name your slots and functions whatever you want. But to make it easier when working in Creator, using this naming convention for slots makes it less of a headache.

 
Leave a comment

Posted by on January 5, 2012 in Uncategorized

 

Konversi visual studio lama ke visual studio 2010

Kadang – kadang nemu masalah,

Sewaktu project C# dikonvert ke visual studio yang baru (kasus saya dari visual studio 2008 ke 2010), akan muncul error yang menyatakan :

Mixed mode assembly is built against version ‘v2.0.50727′ of the runtime and cannot be loaded in the 4.0 runtime without additional configuration information.

 

 

Ternyata penyelesainnya cukup mudah, cukup tambahkan baris di bawah ini ke app.config di direktori utama tempat project anda berada :

 

<?xml version=“1.0″?>
<configuration>
 
<startup
useLegacyV2RuntimeActivationPolicy=“true”>
   
<supportedRuntime
version=“v4.0″
sku=“.NETFramework,Version=v4.0″/>
 
</startup>
</configuration>

 

Keterangannya adalah sebagai berikut :

 

One of the recent problems we’ve seen is that, because of the support for side-by-side runtimes, .NET 4.0 has changed the way that it binds to older mixed-mode assemblies. These assemblies are, for example, those that are compiled from C++\CLI. Currently available DirectX assemblies are mixed mode. If you see a message like this then you know you have run into the issue:

Mixed mode assembly is built against version ‘v1.1.4322′ of the runtime and cannot be loaded in the 4.0 runtime without additional configuration information.

[Snip]

The good news for applications is that you have the option of falling back to .NET 2.0 era binding for these assemblies by setting an app.config flag like so:

<startup
					useLegacyV2RuntimeActivationPolicy="true">  <supportedRuntime
					version="v4.0"/></startup>
					

 
1 Comment

Posted by on December 22, 2011 in Uncategorized

 

Memecahkan masalah instalasi .NET Framework 4.0 error code : 0xc8000222

Dari dulu punya masalah dengan instalasi .net 4.0, baik waktu update atau install offline,

Barusan tadi search lagi ketemu sama halaman ini :

 

http://digitalmemo.neobie.net/2011/08/17/net-framework-4-0-error-code-hresult-0xc8000222/

 

ini dia pemecahan masalahnya :

 

Sebelum mulai install,

  1. Buka cmd
  2. Di command prompt ketik “net stop WuAuServ”
  3. Masuk ke run ( Win + R) dan ketik “%windir%”
  4. Cari folder “SoftwareDistribution” dan rename ke “SDold”
  5. Kembali ke layar command dan ketikkan “net start WuAuServ”
  6. Coba install.net lagi
 
Leave a comment

Posted by on November 17, 2011 in Uncategorized

 

Web 3D technologies

Bagi saya 3D merupakan sebuah loncatan dalam dunia grafis komputer, teknologi 3d memungkinkan visualisasi yang lebih nyata dan membuka kemungkinan ke berjuta fitur-fitur yang tidak mungkin disediakan oleh visualisasi 2D. teknologi web 3D pertama kali dikembangkan oleh Silicon graphics pada 1997 http://www.leavcom.com/ieee_sept06.htm, namun karena keterbatasan teknologi pada saat itu, teknologi ini kurang begitu dianggap.

Namun seiring dengan kemajuan teknologi, khususnya pada hardware, memungkinkan teknologi 3D mencapai level selanjutnya, dimana visualisasi dari grafis sudah sangat menyerupai asli. Perkembangan 3D mencapai puncaknay pada tahun 2000, baik dalam dunia game maupun komersial. 3D telah digunakan dimana-mana, baik dalam dunia sinematografi, game, komersial, dll. Dalam dunia web, aplikasi 3D baru baru saja dikembangkan dan dimanfaatkan.

Pada umumnya, aplikasi web 3D membutuhkan plugin untuk menjalankannya, baik itu dalam format flash, unity, maupun berbagai format 3D lainnya.

Berikut adalah contoh dari unity web 3D:

Unity : http://unity3d.com/gallery/live-demos

Butterfly fullscreen mode :

Namun telah dikembangkan juga, webGL, dimana dimungkinkan penampilan 3d tanpa memerlukan adanya tambahan plugin. WebGL didasarkan pada OpenGL sehingga mempermudah bagi para pengembang untuk melakukan migrasi dari standart openGL ke webGL.

Hampir semua browser terbaru saat ini telah dilengkapi fitur untuk dapat menampilkan format webGL seperti firefox 4.0, chrome terbaru, opera 11, serta safari untuk mac os x 10.6

Contoh webGL :

Film interaktif : http://www.ro.me

Menurut saya, keunggulan dari game yang dikembangkan untuk web dengan plugin (unity, flash) saat ini telah memiliki editor yang sangat mumpuni, dimana terdapat tutorial yang lengkap, beserta error logging yang mumpuni. Sedangkan di webGL masih minim fitur2 pengembangannya, walaupun sudah ada juga yang model GUI semacam copperlich.

Teknologi 3D, yang sampai saat ini masih misterius bagi saya :D . maklum orang gaptek, masih ngga ngerti tentang openGL dll. Tetapi dapat dilihat potensi dari 3D web ini, dikarenakan saat ini hampir semua aplikasi sudah bersifat aplikasi web, sehingga dapat dimanfaatkan oleh lebih banyak orang, tanpa terlalu banyak instalasi, dan bersifat instan. Pemanfaatan dari 3d web ini termasuk game, virtual reality, animasi, film interaktif, kedokteran, dan banyak lainnya.

 
Leave a comment

Posted by on November 13, 2011 in Uncategorized

 
 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.