RSS

Windows 10 Review

 

 

Finally windows 10 is here!!

For you who have got notification to upgrade your windows 8 to windows 10, now it will show you the download link to windows 10. For those of you who doesn’t you can get windows 10 through this link:

https://www.microsoft.com/en-us/software-download/windows10

You will have choice to install it online, or download the .iso file to make bootable thumbdrive or DVD.

Installation process is pretty straightforward and very much the same with previous version of the windows. Here are the screenshot of my desktop after installation process (including several very important additional programs i’ve installed). Perhaps the main difference is big search bar field, and icon set that’s finally changed.

 

 

Start Menu

So microsoft finally admit that tile based start menu is partially unacceptable. Perhaps simply because we have used the conventional start menu since forever, tile based start menu simply doesn’t feel right to us PC user. So in this version of Windows, Microsoft decided to bring back the conventional start menu, however they still insist on adding tile based menu there. But out of my expectation, it seems to work alright. We can find all apps, settings, power button quite easily, while at the right side of the start menu, is the customizable tile based menu.

 

Continuum

Windows 10 was made to be able to run in various devices, either it’s PC, tab, or phones. Technolgy that allows the UI to fit n various screen is called Continuum. Continuum allows Windows 10 UI to change based on the device that’s currently used.

Great demonstration of Continuum feature can be watched here:

https://www.youtube.com/watch?v=sPWqowLh4Ok

to enable tablet mode, simply click on the notification bar left to date and time, then select tablet mode.

 

Multiple Desktop

This is the currently my favorite features of Windows 10. I have seen this feature in previous Windows thorugh third party programs, or in Linux. But nothing come close to Windows 10 multiple desktop feature.

To access this feature all you need to do is click on the icon next to cortana search field, and you can manage all of your desktop from there. Or through shortcut (Win key + Tab). You can add new desktop or simple drag the windows to move program from one desktop to another.

Using this setting i’ve been able to play games (dota 2 mostly) in 1 desktop, and open all that working shit (excel, word, photoshop, etc etc) in other desktop. With single sweep (Ctrl + Win key + left/right) you can change desktop to hide that games/porn😉

 

Cortana


Siri/Google now for Microsoft. It’s actually able to help you doing things. The speech recognition ability were very accurate and only misheard when i say local words or while the room was noisy. You can turn on the feature “hey cortana” to impress your workmates J

To see the complete list of Cortana commands, visit: https://techranker.net/funny-cortana-commands-questions-jokes-replies-video/

To see some funny lists, you can visit: https://techranker.net/funny-cortana-commands-questions-jokes-replies-video/

 

Split Screen


Just like previous Windows version, Windows 10 have split screen ability, with more “snapping” added to it.

RAM Usage


This is my Windows 10 memory consumption, with nothing runs on foreground, it takes about 1.9 GB of RAM.

 

Overall, up until now i still think this is a greate update to any previous version of windows. Not only because it’s free for previous Windows owner, but also because of great new features and compatibility that comes with it.

 
Leave a comment

Posted by on August 3, 2015 in Windows

 

Damri bogor halim

Mudikkkk
Akhirnya mudik juga, walaupun masih harus bolos…

Mudik pertama setelah pindah kantor, dan taun ini, walaupun rencana naik kereta api, tapi ternyata gara2 sistem pesan tiket kai yang rada ghoib itu, akhirnya ga jadi kebagian tiket.

Kalau naik bis..  Rada2 anti stlah dulu pnglaman 24jam kdinginan di dalem bis. Bokong linu2 ga bisa dibuat jalan kemana2. Akhirnya carilah tiket pesawat. Pertimbangannya? Yangbpaling murah lah😀
Emang ada pertimbangan lain ya? He2

Akhir cerita dapatlah pesawat sambungan kota, dari halim perdana tujuan malang.

Searching2 transport bogor halim, ternyata ada damri. Cuman masih kurang info jam berangkat dan tarif, jadi sekedar share aja kalau swaktu2 ada yang senasib ma ane.

Damri bogor –  halim perdana kusuma
Mulai jam 4 pagi tiap satu jam. Bis terakhir jam 7 malem.

Halim perdana kusuma –  bogor.  Tiap  satu jam, terakhir jam 8 malem.

Tarif 40 ribu, lama perjalanan kira-kira satu jam.

Mobilnya elf, tpi kursi yang tengah masih lumayan lega kok..

image

 
Leave a comment

Posted by on July 14, 2015 in Uncategorized

 

Teori Game Intelijen

 

The Chain-Store Game

Merupakan sebuah fenomena yang akan terjadi terhadap jaringan toko yang tersebar di seluruh Negri, katakanlah seperti Indomart/Alfamart (Chain Store). Kemudian terdapat satu penantang, di satu kota, yang akan membuka bisnis yang sama (Challenger). Sehingga penantang dan jaringan toko akan memiliki beberapa opsi tindakan:

Gambar 1. Chain-Store Game

Penantang akan memiliki kemungkinan untuk mengurangi keuntungan dari jaringan toko, sehingga penantang memiliki 2 pilihan: Berinvestasi dan memasuki pasar, atau tidak. Jika tidak, jaringan toko tidak perlu mengambil kebijakan baru dan berjalan seperti biasa. Namun Jika penantang memutuskan untuk memasuki pasar, maka jaringan toko memiliki 2 pilihan: Menurunkan harga dan memulai perang harga, atau membiarkan toko tersebut.

Sehingga keputusan penantang untuk memasuki market atau tidak biasanya dipengaruhi oleh perkiraan apakah jaringan toko cukup kuat untuk memulai perang harga, atau lemah sehingga akan membiarkan penantang untuk menjadi saingan. Jika jaringan toko cukup kuat, menurunkan harga akan merugikan jaringan toko sendiri dalam jangka pendek, namun dalam jangka panjang diharapkan penurunan harga dari jaringan toko akan membuat penantang bangkrut sehingga menjaga keuntungan dari jaringan toko. Resikonya, jika ternyata hal tersebut tidak membuat sang penantang bangkrut, dan membuat jaringan toko merugi atau bahkan bangkrut.

Namun jika jaringan toko lemah, maka pilihan untuk membiarkan penantang baru tersebut merupakan langkah aman. Namun resikonya, dengan membiarkan satu penantang baru tersebut, penantang lain akan melihat bahwa jaringan toko tersebut lemah, dan mulai membuka bisnisnya. Hal ini dapat mengancam bisnis jaringan toko.

Contoh kasus yang dapat dilihat di sekitar kita adalah kasus Indomart/Alfamart, dimana karena kuatnya kedua jaringan toko tersebut, penantang yang berupa toko-toko kelontong, kebanyakan memilih untuk mundur dan membuka bisnisnya di tempat lain. Jaringan Indonemart/Alfamart, melihat tidak adanya persaingan, semakin memperluas bisnisnya. Persaingan yang lebih seimbang dapat kita lihat pada persaingan jaringan toko Indomart dan Alfamart, dimana saat di suatu tempat Indomart membuka cabang baru, karena penantang merasa sama kuat, maka dia akan berani membuka bisnis di tempat yang sama. Karena sama kuatnya, Indomart akan memulai perang harga dengan mengadakan berbagai program diskon dan promosi.

 

The Centipede Game

Centipede Game merupakan permainan 2 orang, dimana setiap orang akan diberikan “tumpukan modal”, modal dapat berupa uang, permen, atau lainnya. Permainan ini dimainkan secara bergilir, dimana setiap putarannya pemain akan diberikan pilihan untuk “melanjutkan” atau “berhenti”. Jika pemain memilih melanjutkan, maka host game akan menggandakan modal tiap pemain. Tetapi jika pemain memilih berhenti, maka dia akan mendapatkan tumpukan modal dengan isi terbanyak.

Dapat terlihat di gambar 1, di awal permainan pemain pertama mendapatkan modal 4 buah, sedangkan pemain kedua mendapatkan modal 1 buah. Pemain pertama akan mendapatkan pilihan untuk menghentikan permainan, sehingga dia mengambil 4 buah, dan pemain kedua hanya mendapatkan 1 buah.

Namun pemain pertama juga memiliki pilihan untuk “pass” dan memberikan giliran ke pemain kedua. Jika memilih pass, maka host dari game ini akan melipatgandakan modalserta menukar tumpukan modal. Sehingga dari tumpukan awal modal milik pemain kedua yang berisi 1 buah, akan menjadi 2 buah dan menjadi milik pemain pertama, sedangkan tumpukan pertama yang berisi 4 buah milik pemain pertama, akan menjadi 8 buah milik pemain kedua. Pemain kedua kemudian memilih untuk menghentikan permainan, dan mengambil 8 modal, atau meneruskan permainan dan melipatgandakan modal kembali.

Permainan ini merupakan salah satu contoh dari konflik kebersamaan dengan kepentingan pribadi, karena jumlah modal yang berganda di tiap putaran, sang pemain sebenarnya akan diuntungkan dengan “pass” dan menyerahkan giliran ke pemain lain. Walaupun pada akhirnya dia mendapatkan jumlah yang lebih sedikit dari lawan, jumlahnya akan lebih besar daripada ketika dia menghentikan permainan pada giliran sebelumnya. Namun dikarenakan selisih jumlah itulah, pemain yang egois akan menghentikan permainan dan mengambil jumlah yang lebih besar.

Konsep ini sebenarnya dapat digunakan di berbagai masalah kehidupan, contoh saja dalam dunia asmara. Budi mendapat kesempatan untuk bekerja bersama seorang wanita cantik. Setelah pekerjaan selesai Budi dapat berpisah dengan wanita tersebut, atau mengajaknya makan bersama dan lebih mengenalinya. Giliran wanita tersebut yang memilih untuk menolaknya, dan menghentikan permainan atau setuju untuk makan malam. Semakin lama permainan berlangsung, jika salah seorang memutuskan untuk menghentikan permainan, maka pihak lawan akan sangat “hancur” atau patah hati. Tetapi jika kedua belah pihak memutuskan untuk terus bermain, maka mereka dapat saling menguntungkan satu dengan yang lainnya.

 
Leave a comment

Posted by on December 18, 2014 in game

 

Teknologi Komputer Grafis dan Aplikasinya

Haritz Cahya Nugraha – 23213344

 

Latar Belakang

Komputer grafis merupakan salah satu teknologi yang mempunyai peran besar dalam pemanfaatan komputer. Selain text dan suara, segala informasi yang ditampilkan oleh komputer merupakan hasil teknologi komputer grafis. Hampir semua komputer dewasa ini memanfaatkan teknologi komputer grafis untuk menampilkan output. Bahkan kebanyakan komputer telah memiliki input melalui Graphical User Interface, tidak hanya melalui text. Hal tersebut terjadi karena umumnya gambar akan lebih mudah dipahami dan dicerna oleh pengguna dibandingkan dengan text. Sebuah data chart yang dibuat dengan baik akan lebih dapat mempresentasikan data dibandingkan dengan tabel tulisan maupun angka.

Terdapat berbagai macam perangkat lunak telah dikembangkan untuk membantu proses visualisasi data, baik itu visualisasi 2D, 3D maupun gambar animasi bergerak. Kesemuanya memiliki tujuan dan penggunaan yang berbeda sesuai dengan kebutuhannya.

 

Perkembangan teknologi grafis

Beberapa proyek yang dianggap sebagai cikal bakal komputer grafis modern adalah:

  • 1950

Teknologi komputer grafis dimulai saat ditemukannya teknologi untuk menampilkan komputer grafis itu sendiri. Beberapa proyek yang mempelopori adanya komputer grafis adalah Whirlwind I, sebuah program yang diprakarsai oleh Angkatan Laut Amerika Serikat yang menginginkan sebuah program untuk simulasi pesawat pembom mereka, dan SAGE (Semi-Automatic Ground Environment). Kedua proyek tersebut membuka pintu ke teknologi komputer grafis yang akan terus berkembang nantinya.

 

Gambar 1.0 Tampilan output dari SAGE

 

 

  • 1960

TX-2 merupakan sebuah mesin komputer yang dikembangkan di MIT. Mengembangkan teknologi input dari lightpen dan output yang berupa vertex pada tabung CRT, MIT mengembangkan sebuah software yang diberinama sketchpad. Dimana user dapat menggambar beberapa bentuk sederhana, kemudian menyimpan gambar yang telah dibuat, dan menggunakannya kembali. Metode yang digunakan oleh sketchpad masih banyak diterapkan sebagai dasar dari pengembangan software grafis modern, seperti penempatan vector, pembuatan bentuk secara otomatis, dan pemisahan model yang memungkinkan perubahan pada suatu bagian obyek tanpa merubah keseluruhan obyek.

 

Pada tahun tahun 1961, diciptakanlah game komputer dengan grafis yang pertama kali, spacewar. Spacewar dikembangkan untuk mesin DEC-PDP 1. Pada tahun-tahun berikutnya pemanfaatan komputer grafis terus berevolusi dengan cepat. Seperti untuk simulasi, yang dilakukan oleh E.E. Zajac yang mengembangkan sebuah film tentang simulasi control untuk satelit. Grafis juga mulai digunakan untuk mempresentasikan hasil-hasil penelitian seperti yang dilakukan oleh Nelson max dengan film yang berjudul “Flow of viscious fluid” dan Boeing dengan “Vibration of aircraft”.

Gambar 2. Spacewar berjalan di mesin PDP1

  • 1970

Pada tahun 1970 Universitas Utah menjadi pusat pengembangan komputer grafis dan menghasilkan banyak inovasi baru dalam bidang komputer grafis. Seperti Edwin Catmull yang mengembangkan animasi dengan komputer, Joh Warnock yang mengembangkan Postscript, dan juga sebagai pendiri Adobe System. Tetapi yang paling diperhatikan pada tahun ini adalah ditemukannya algoritma untuk menggambar obyek 3 dimensi di komputer.

3d Graphics Core System (CORE) merupakan sebuah standart grafis yang pertama kali dikeluarkan. Standart ini masih digunakna sejak dikeluarkannya pada tahun 1977 dan menjadi acuan dari berbagai proyek setelahnya.

 

  • 1980

Pada tahun 1980 perkembangan tenologi komputer memungkinkna penggunaan komputer grafis dengna lebih mudah. Komputer telah digunakan secara umum dalam dunia desain dan seni. Komputer modern pada masa ini telah menggunakan OS dengan tampilan grafis.

  • 1990

Pada tahun 1990, teknologi grafis 3D mulai sering digunakan pada pengembangan film, game, dan multimedia. Pada tahun 1995, Toy Story, sebuah film 3D dengan durasi 2 jam pertama di dunia diluncurkan, dilanjutkan dengan Quake, game 3d pertama yang diluncurkan pada 1996.

  • 2000

Teknologi 3D semakin berkembang dan menjadi lebih realistis. Game 3D yang popular pada saat itu termasuk Final Fantasy dan film Polar Express

 

Pemanfaatan Teknologi Komputer Grafis

Dalam perkembangannya, hamper segala bidang telah memanfaatkan teknologi komputer grafis, beberapa contohnya:

  • Game

Dunia game sangat erat hubungannya dengan teknologi komputer grafis. Setiap penemuan terbaru di dunia komputer grafis akan segera diadopsi untuk digunakan dalam game. Dimulai dengan permainan berbasis text, Vector, 2D, hingga 3D.

Gambar 4. Battlefield 4, game 3D terbaik saat ini

Perkembangan terbaru penggunaan komputer grafis dalam bidang game adalah stereo graphics, yang memungkinkan pengguna untuk benar-benar merasakan suasana di dalam game dengan menggunakan perangkat Head On Display (HUD). Contoh perangkat dengan teknologi ini adalah occulus rift, dengan perpaduan omni treadmill. Memberikan pengalaman bermain game yang begitu nyata pada pengguna.

Gambar 5. Occulus rift dan omni treadmill

  • Film

Saat ini, hampir semua film yang diproduksi menggunakan CGI untuk menambahkan efek dramatis ataupun adegan yang berbahaya. Salah satu film yang patut disebutkan dalam perkemabangan CGI adalah Jurassic park, walaupun hanya terdapat 14 menit adegan yang menggunakan CGI, tapi adegan tersebut telah membuka mata dunia akan kemungkinan yang dibuka oleh CGI. Perpaduan antara dunia nyata, dengan CGI terlihat sangat nyata.

Gambar 6. Salah satu adegan di Jurassic Park

Beberapa tahun setelah Jurassic park dirilis, Toy story, sebuah film yang sepenuhnya dibuat menggunakan CGI dirilis oleh Pixar studio.

  • Simulasi

Komputer grafis pertama kali berkembang untuk memenuhi kebutuhan simulasi militer, tidak heran jika simulasi baik itu militer maupun keperluan lainnya, selalu memanfaatkan teknologi komputer grafis terknini. Berbagai macam simulasi telah dikembangkan, simulasi kendaraan, seperti bis, truk, mobil, motor, pesawat. Simulasi social (kota, keluarga, bahkan individu), simulasi pekerjaan (doctor, petani, hacker), dan banyak lainnya.

Gambar 7. Simulasi pesawat

 

 

Dampak GPU dalam Sistem Komputer

Haritz Cahya Nugraha – 23213344

 

GPU (Graphics Processing Unit) merupakan sebuah perangkat keras yang memiliki fungsi utama untuk mengolah komputasi grafis, melakukan render gambar, dan kemudian menampilkannya ke layar untuk pengguna. GPU memiliki arsitektur pararel, dimana GPU dirancang untuk mengerjakan jutaan kalkulasi dalam satu waktu. Hal tersebut dimungkinkan karena sebuah GPU memiliki jutaan inti prosesor yang berukuran kecil, di mana setiap inti dapat mengerjakan kalkulasi dalam waktu yang bersamaan.

Jika CPU hanya memiliki beberapa inti yang berukuran besar, maka GPU memiliki jutaan inti yang berukuran kecil. Maka jika kita ingin mengerjakan kalkulasi yang cukup intensif, dan memerlukan proses berulang, maka kita dapat menggunakan GPU. Secara analogi, CPU dapat diumpakan sekelompok kecil eksekutif yang pintar, dan dapat mengerjakan apa saja yang diperintahkan ke mereka. Sedangkan GPU dapat dianalogikan sebagai ribuan pekerja, yang setiap individualnya tidak terlalu pintar, tetapi mereka mampu mengerjakan perintah tertentu dan dalam kasus tertentu dapat lebih produktif karena jumlah mereka yang sangat banyak.


Pekerjaan-pekerjaan pengolahan grafis seperti efek cahaya, transformasi, dan gerakan 3d memerlukan pengolahan perhitungan matematika yang sangat banyak dan rumit, pekerjaan tersebut akan membebani kinerja CPU. Terganggunya kinerja CPU akan berdampak terhadap lambatnya keseluruhan system. Dengan adanya GPU, tugas-tugas tersebut akan diproses di GPU, sehingga CPU dapat mengolah tugas lainnya.

Dengan membagi pekerjaan yang membutuhkan komputasi yang intensive, diharapkan aplikasi akan lebih responsive dan dieksekusi dengan lebih cepat.

 
Leave a comment

Posted by on June 8, 2014 in Uncategorized

 

RESUME PROGRAM OPENGL

Haritz Cahya Nugraha – 23213344

Program1.cpp

Program pertama akan menunjukkan pembuatan aplikasi sederhana menggunakan GLUT dan OpenGL. Pada kode di atas, program akan membuat sebuah jendela baru dengan memanggil method glutCreateWindow(“simple”)
yang akan membuat sebuah jendela baru dengan judul “simple”. Kemudian program menentukan method yang digunakan untuk menampilkan gambar dengan membuat method myDisplay(), dimana program melakukan fungsi untuk mengupdate layar, dan menjadikannya sebagai metode utama display dengan memanggil method glutDisplayFunc(myDisplay); koordinat vertex ditentukan dengan memanggil method glVertex2F().

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on June 6, 2014 in Uncategorized

 

PROSES PENJURIAN KM MENGGUNAKAN SOFTWARE NOMINASI(Dari juri, oleh Juri, untuk kicaumania)

 

Proses penjurian ini adalah bagian dari buku “SUKSES LOMBA KM” yang berjumlah 10 Bab, dimana ada 1 Bab yang membahas khusus masalah Lomba KM, dari mulai struktur organisasi Lomba KM, Job Deskripsi Pengurus Lomba KM, Standard Operasional Prosedure Lomba KM (SOP), Standard Lomba Lomba KM, Sistem Penjurian Lomba KM dan sebagainya.

Berikut bagian dari buku tersebut, dimana hal ini sudah kami implementasikan di lomba-lomba KM selama ini, dan khusus untuk penggunaan Software Nominasi akan kami pakai di Lomba KM yg bertajuk “PEMILU KM CUP 2013”.

Sistem ini bukan hal yang baru, karena di Jakarta sebagian besar sudah menggunakan metode nominasi terutama BnR dan Idependent. Software nominasi dapat membantu Juri, Korlap dan IP untuk identifikasi burung-burung yang layak juara. Software bukanlah sebagai alat penjurian, namun software nominasi ini dicipakan untuk membantu juri, untuk menghasilkan rangking nominasi burung-burung dari juri, dan burung dikoncerin oleh juri juga, demi teciptanya penilaian lomba yang fair play sesuai keinginan semua kicaumania.

 

STRUKTUR ORGANISASI KM PUSAT

Struktur Organisasi Lomba KM merupakan bagian dari salah satu dari Departemen KM lainnya, Departemen Lomba KM saat ini dipegang oleh Danang VW (Penthol), dimana Bulan Desember 2013 akan berakhir, Struktur organisasi KM Pusat Periode 2014-2016 akan diupdate. Selengkapnya lihat dibawah ini. Pembahasan detail akan kami tuangkan di buku.

 

TEAM PENJURIAN DAN TUGASNYA

  1. JURI

Tugas dan wewenang:

– Bertugas menilai kinerja burung dan mengajukan nominasi sesuai dengan standard penilaian burung berkicau.

– Memberi koncer atau sebagai pengadil utama.

 

  1. KORLAP (Koordinator Lapangan)

Tugas dan wewenang:

– Memantau dan menilai kelayakan pengajuan nominasi dari juri

– Mengatur gerakan dan jalannya juri di lapangan

– Menilai kelemahan masing-masing burung secara keseluruhan

– Mengajukan nominasi yang sifatnya melengkapi nominasi pengajuan juri.

– Membantu kelancaran dan ketertiban penilaian juri

– Mempunyai wewenang untuk mencoret pengajuan juri yang tidak layak sama sekali terhadap burung yang diajukan nominasi oleh juri dengan sepengetahuan IP dan Pengawas.

– Membantu tugas IP dalam menilai kinerja juri.

– Melaksanakan ketentuan yang diatur dalam tata tertib lomba Lomba.

 

  1. IP (Inspektur Pelaksana)

Tugas dan wewenang:

– Memantau dan menilai kelayakan pengajuan nominasi dari juri

– Menilai kelemahan masing-masing burung secara keseluruhan

– Mengajukan nominasi yang sifatnya melengkapi nominasi pengajuan juri.

– Mengawasi jalannya penyelenggaraan lomba agar tertib.

– Melakukan teguran kepada Juri/Korlap apabila dalam pelaksanaan lomba ditemukan pelanggaran lomba.

– Mempunyai wewenang untuk mencoret pengajuan juri yang tidak layak sama sekali terhadap burung yang diajukan nominasi oleh juri dengan sepengatuan Pengawas.

– Melaksanakan ketentuan yang diatur dalam peraturan dan tata tertib lomba.

– Melaporkan langsung kinerja Juri kepada Pengawas KM untuk diteruskan kepada Koordinator Lomba & Penjurian KM Pusat.

 

  1. PENGAWAS KM

Tugas dan wewenang:

– Mengawasi kinerja JURI, KORLAP, dan IP

– Mengawasi pengajuan nominasi JURI, KORLAP dan IP.

– Memberikan masukan kepada KORLAP dan IP atas burung-burung yang dianggap layak atau tidak nominasi.

– Memberikan masukan kepada KETUA PANITIA / KETUA PELAKSANA atas kinerja JURI, KORLAP dan IP jika kurang memuaskan.

– Melaporkan langsung kinerja Team Penjurian kepada Manager Lomba & Penjurian KM Pusat Cq Ketua Umum, apabila ada juri yang kinerjanya tidak bagus (KKN, tdk fair play dsb).

 

Sesuai dengan definisi di atas, maka:

1. Pengajuan nominasi hanya dilakukan oleh JURI dengan pengawasan kelayakan KORLAP, IP dan PENGAWAS KM, bersifat mutlak dan harus dapat dipertanggung jawabkan oleh juri yg bersangkutan.

2. Pengajuan nominasi oleh KORLAP dengan pengawasan kelayakan PENGAWAS KM, bersifat hanya melengkapi pengajuan nominasi.

3. Pengajuan nominasi oleh IP dengan pengawasan kelayakan PENGAWAS KM, bersifat hanya melengkapi pengajuan nominasi.

4. Pengawas hanya dapat memberikan MASUKAN kepada KORLAP dan IP atas burung-burung yang dianggap layak atau tidak nominasi dan mentok. Jika Pengawas kurang berkenan atas kinerja JURI, KORLAP dan IP maka pengawas dapat memberikan masukan KETUA PANITA/PELAKSANA Cq Manager Lomba & Penjurian KM Pusat Cq Ketua KM Pusat, agar dapat diambil tindakan lebih lanjut.

 

 

 

FLOW CHART PROSES PENJURIAN KM

Flow chart dibuat agar lebih memudahkan dalam memahami alur proses penjurian di lomba KM, sebagai berikut:

Berdasarkan flow chart maka dapat dijelaskan sebagai berikut:

1.    Pencarian Burung-burung yang layak nominasi

Juri menilai sesuai dengan standard penjurian yaitu berdasarkan Variasi/Lagu, Volume, Gaya/Penampilan, dan Durasi/stamina, setidaknya minimal 4-5 kali putaran agar didapatkan burung-burung yang layak juara, perhatikan bahwa semua burung harus dipantau oleh semua juri yang bertugas.

Selama juri bertugas di dalam lapangan, maka:

– Juri dilarang berkomunikasi dengan Juri Lainnya

– Juri dilarang berkumpul

– Juri wajib memantau setiap gantangan minimal 4 kali kontrolan sebelum diajukan ke nominasi

– Burung-burung yang dimasukan nominasi, harus mempunyai nilai mentok 38, artinya burung-burung masuk kriteria penjurian seperti Variasi//Lagu, Volume, Gaya dan Durasi.

 

 

2. Korlap, IP dan Pengawas KM

Korlap, IP, dan Pengawas mengecek ajuan Juri, seandainya ada burung bagus belum masuk, dan diajukan minimal 2 orang Korlap, IP, Pengawas bisa diajukan ke Juri sesuai dengan banyaknya usulan dari Korlap,IP, dan Pengawas, kalau misal di catatan Korlap, IP, dan Pengawas hanya ada 4 ajuan, maka keempat ajuan tsb dimasukan ke juri dengan memberikan nilai mentok 38 kepada 4 juri yang bertugas, ini untuk menghindari nilai mentok yang kosong disebabkan oleh ajuan Korlap, IP, dan Pengawas karena yang mempunyai hak nilai mentok adalah juri.

Contoh:

– Jumlah Korlap 2, IP 2, dan Pengawas 2 = 6 suara

– kalau hanya ada ajuan 1 dari salah satu pengawas tidak bsia dimasukan ke juri, namun bila ada 2 ajuan oleh team Korlap, IP dan Pengawas KM maka burung tsb bisa dimasukan ke 2 juri, bila ada 6 di catatan Korlap, IP dan Pengawas KM maka dimasukan ke 6 juri.

-Hal ini agar walau Korlap, IP dan Pengawas mempunyai wewenang di atas Juri, namun harus tetap terkontrol untuk menghindari KKN.

 

3.    Pengajuan Nominasi

Setelah juri mendapatkan burung-burung yang layak juara, maka diajukan ke Team Rekap IT Nominasi, di sediakan form nominasi, yang harus diperhatikan:

–    Juri mengajukan nominasi berdasarkan berapa banyak burung yang layak nominasi juara, namun jangan sekal-kali mengajukan burung-burung yang layak karena akan terlihat berapa yang mengajukan oleh juri lain.

–    Jumlah ajuan nominasi juri tidak akan sama, tergantung juri masing-masing, bisa hanya 2, 3, 4, 5 sd 10 …

–    Juri dilarang komunikasi dengan juri lainnya baik bicara langsung atau tidak langsung.

–    Ajuan nominasi juri HARUS diberi nilai mentok 38, nilai 38 ini adalah nilai final bahwa burung layak diajukan ke nominasi juara.

–    Setelah ditulis di form Penjurian nilai 38 ini, juga dimasukan ke dalam Form nominasi

–    Agar waktu efektive, juri yang sudah mendapatkan nilai mentok dan ditulis di form nominasi, maka petugas Rekap IT Nominasi akan mendatangi Juri untuk dimasukan ke komputer (Double dengan korlap, IP, Pengawas KM).

 

Korlap, IP, dan Pengawas KM mengecek ajuan Juri, apabila ada burung bagus belum masuk nominasi juri, dan diajukan minimal 2 orang Korlap, IP, Pengawas KM bisa diajukan nominasi ke Juri sesuai dengan banyaknya usulan dari Korlap, IP, Pengawas tsb, kalau misal di catatan Korlap, IP, Pengawas KM hanya ada 4 yang ajuan, maka yang dimasukan ke juri dengan memberikan nilai mentok 38 kepada 4 juri yang bertugas, ini untuk menghindari nilai mentok yang kosong disebabkan oleh ajuan Korlap, IP, Pengawas KM karena yang mempunyai hak nilai mentok adalah juri. Akan disediakan form nominasi untuk Korlap, IP, Pengawas KM, dimana data nominasi Korlap, IP, Pengawas KM didapatkan dari juri, jadi Korlap, IP, Pengawas KM harus melihat ajuan nominasi setiap juri.

 

Form Pengajuan Nominasi Juri

 

4.    Team Rekap IT Nominasi

Idealnya setiap juri membawa HP/Ipad atau Gatget atau jenis HP lainnya untuk memasukan sendiri, dimana kalau seandainya pakai server Wifi, masukan input juri akan terlihat dan terangking nominasi secara otomatis, dan juri bisa melihat daftar burung yang layak diberi koncer dari layar tersebut. Namun belum adanya kesiapan setiap juri untuk input ke komputer dibantu oleh Team Relap IT KM. Jadi peran Team Rekap IT bukan sebagai Pengadil atau sebagai Juri namun sebagai pembantu juri dan korlap, IP, dan Pengawas untuk identifikasi burung-burung yang layak juara.

 

Agar input cepat, maka:

–    Team rekap IT nominasi mendatangi juri, korlap, dan IP yang tugas untuk mulai minta ajuan nominasi dari juri, saat juri mempunyai mulai 1 ajuan nominasi

–    No. Gantangan ajuan nominasi yang sudah masuk ke komputer agar dicoret agar tidka lupa mana yang sudah masuk.

–    Selesai juri memberikan nominasi, maka selesai juga input nominasi.

–    Team rekap IT segera memberikan kepada Korlap, IP, dan Pengawas KM daftar burung yang masuk rangking nominasi

–    Korlap, IP, dan Pengawas, menentukan jumlah burung yang diajukan ke KONCER.

–    Team rekap IT menulis cepat di form daftar burung yang diajukan ke koncer atau dengan melihat layar komputer ke juri lewat Korlap, IP, dan Pengawas.

 

5.    Juri Memberikan Bendera Koncer

Setelah didapatkan daftar burung yang layak koncer, maka juri memberikan koncer sesuai pilihan masing-masing juri, dan pasti setiap juri mempunyai pandangan yang berbeda, dimana perbedaan pandangan mengakibatkan mencarnya bendera koncer. Apabila pandangan setiap juri sama, tentu bendera koncer akan mengumpul.

Apabila ada ajuan nominasi juri yg tidak masuk AJUAN KONCER, maka juri tersebut wajib memberikan koncer sesuai AJUAN KONCER dari Team rekap IT, dengan diberikan waktu untuk melihat burung-burung yang masuk KONCER tersebut, sehingga koncer tidak akan lari.

 

6.    Juara

Rekap juara selanjutnya dimasukan oleh team rekap IT untuk di print dan diserahkan Rekap manual untuk di cek. Penjelasan detailnya dapat dilihat pada sesion dibawah ini.

 

SOFTWARE LOMBA KM

Dua software telah dibuat KM untuk membantu dalam hal penjurian (Software Nominasi) dan rekapitulasi secara otomatis (Software Koncer). Software nomisasi digunakan saat lomba berlangsung, idealnya juri menggunakan iphad atau jenis HP di Lapangan, namun disebabkan Juri sekarang yang ada belum siap dengan perangkat ini, maka akan dibantu oleh Team Input Nominasi KM. Software Koncer digunakan setelah Juri memberikan Bendera koncer, software ini merupakan alat bantu Team rekap manual. Satu software untuk membantu pemesanan tiket Random Pendaftaran Tiket juga telah dibuat.

 

1. Quick Nomination

Software ini untuk membantu identifikasi juri terhadap burung-burung yang layak juara. Software dibuat berdasarkan realitas lomba sekarang, dengan dibuatkannya software maka hanya burung-burung yang mempunyai ajuan Juri tertinggi yang akan bisa menjadi Juara, sehingga akan mengurangi KKN di lomba terhadap juri yang main koncer seenaknya.

2. Software Koncer

Software dibuat untuk membantu Team Rekap Manual, sehingga apabila menggunakan software ini akan lebih cepat dan akurat.

 

Konsep dasar software Koncer:

Untuk menentukan juara 1, 2 dan 3, maka akan dilihat jumlah bendera A terbanyak. Untuk menetukan juara 2, dilihat jumlah bendera B terbanyak, dan seterusnya.

Nilai Point yang kami gunakan adalah sebagai berikut

A = 100

B = 40

C = 15

 

Dengan point di atas, maka jumlah bendera Koncer A berjumlah 1, akan bisa dikalahkan oleh bendera koncer B berumlah 3, juga 1 bendera B bisa dikalhkan oleh 3 bendera C. 1 Juri bendera A dapat dikalahkan oleh 3 uri bendera B, 1 juri bendera B dapat dikalhkan 3 juri bendera C.

 

3. Pengembangan software KM ke depan

Sistem penjurian burung berkicau sekarang ini masih menggunakan model lama, dimana juri memberikan nilai 37, 37.5 dan 38 sebagai nilai mentok atau nilai akhir, realitasnya burung-burung dengan mentok 38 dari juri yang akan menjadi juara apabila mempunyai nilai mentok 38 tsb (sesuai dg jumlah juri), nilai ini mash semu, sehingga rasio subyectivitasnya sangat tinggi. Namun itulah yang masih dipegang oleh banyak juri, EO dan pelomba sekarang ini. PAPBURI sudah mengembangangkan metode ini dengan memberikan parameter point angka pada kriteria penjurian (Variasi lagu, Volume, Gaya dsb).

Untuk pengembangan software ke depan, perlu sosialisasi ke masyarakat perburungan dan juga diperlukan pengadaan training kepada juri serta perangkat lomba. Software penjurian ini akan didapatkan juara secara otomatis dengan memberikan nilai atau parameter terhadap kriteria penilaian burung, dengan model ini maka akan didapatkan juara secara otomatis dengan melihat hasil di komputer. Apabila menggunakan komputer/iphad yang di share atau pakau Wi-Vi atau server, maka hasil penilaian juga langsung bisa dilihat di lapangan, dengan diberi TV bermonitor besar, maka pelomba/penonton akan bisa melihat hasilnya langsung.

Beberapa contoh untuk konsep pemberian nilai pada kriteria penilaian adalah sebagai berikut:

– Irama Lagu: 40 point (maksimum)

– Volume (suara): 20 point (maksimum)

– Gaya (Penampilan): 15 point (maksimum)

– Durasi (Stamina): 10 point (maksimum)

– Fisik (keindahan bulu, acat): 5 point (maksimum)

 

Point di atas dalam penilaian mengutamakan Irama lagu sebagai point tertinggi, kemudian dibawahnya Volume, Gaya, Durasi dan terakhir fisik hanya 5 % saja dari total penjurian, dan fisik ini hanya bersifat sebagai pembanding terakhir.

Untuk menghindari subyektivitas pemberian maka setiap penilaian dibagi menjadi 3 bagian sebagai berikut:

Tabel Point Penilain, ini sekedar contoh saja

 

Apabila disapatkan nilai tos atau nilai ajuan yang sama, maka tinggal diberikan tos atau dengan menggunakan nilai terkecil sebagai urutan juara terlebih dahulu.

Science & technology selalu berkembang, hanya Alloh SWT yang bersifat absolut, sistem penjurian juga tidak ada yang mutlak, harus menyesuaikan kondisi dan perubahan yang terupdate sekarang ini.

 

Software Bukan Menjadi Juri

Software ini berangkat dari kondisi di lapangan lomba saat ini. Sistem ini bukan baru, yang baru adalah software aja, kami tidak merusak tatanan penjurian yang ada sekarang, Juri tetap bertugas seperti biasa.

Software bukanlah PENGADIL, PENGADIL tetap juri, karena semua diajukan dari dan untuk juri. Software hanya sebagai alat bantu juri untuk identifikasi burung-burung yang layak NOMINASI untuk diajukan ke JUARA KONCER.

 

KEUNGGULAN SOFTWARE NOMINASI

Beberapa keungggulan Software ini adalah:

1. Dapat melihat langsung ajuan nominasi terbanyak sampai terendah

2. Dapat melihat rangking nominasi secara otomatis

3. Dapat melihat ajuan nominasi yang sama jumlah ajuannya (Jumlah juri yg ajukan)

4. Dapat melihat ajuan juri terendah (Yang tidak layak juara, baik Juara koncer atau pun 10 besar)

5. Dapat Melihat nilai mentok langsung (38), Walau begitu Rekap MANUAL tetap kami butuhkan buat Double X Check saja.

6. Dengan software ini, juri tidak bisa main seenaknya untuk koncerin burung tertentu, karena kalau juri ingin mengajukan burung tertentu dan tidak ada ajuan lainnya, maka tidak akan menuju ke proses Juara koncer atau akan menjadi rangking terakhir di software nominasi.

 

Apabila ada salah satu juri dimana ajuan nominasinya TIDAK MASUK ke TAHAP KONCER, maka si Juri tsb dikasih kesempatan untuk melihat burung-burung yang layak MAJU KONCER terlebih dahulu, dan selanjutnya dia wajib memebrikan bendera koncer pada pilihannya.

Software bisa dipakai oleh PBI, BnR atau Independent, dimana juri bisa mengajukan berapa ajuan nominasi misal 2, 3 atau berapa … semakin banyak semakin perlu waktu, namun agar efektive sebaiknya yang paling layak juara lah yang diajukan oleh juri ke ajuan nominasi.

 

Disamping mempunyai keunggulan keemahan yang utama adalah apabila jumlah ajuan nominasi juri banyak, maka diperkukan waktu yg lama juga, makanya antisipasinya adalah Team Input harus mulai memasukan sata juri mendapatkan mulai 1 nominasi sampai terakhir dia dapatkan, sehingga waktu selesai input pun selesai dlakukan. Juga perlu sumber daya yang memadai terutama penguasaan komputer, antisipasi ini KM melibatkan team Admin sebagai Team IT Nominasi KM ini.

 

PENGAMBILAN JURI RANDOM

Agar dihasilkan lomba yang bener-bener fair play dan se obyective mungkin, maka juri harus yang profesional dan diambil random, artinya juri diambil dari berbagai lokasi berbeda sehingga tidak ada istilah grup atau istilah trio dalam kelompok juri, dan di lapangan juri benar-benar diuji profesi dan pengalamannya dalam menilai lomba burung di KM yang menggunakan software nominasi karena pengajuan nominasi yang tidak sesuai kriteria penjurian akan otomatis menjadi rangking terendah.

Event KM berthema PEMILU KM CUP tg 22 Desember 2013 di Lapangan Banteng, maka kami akan mengambil juri dari berbagai propinsi: Jatim, Jogja, Jateng, Jabar dan Jabodetabek.

Setidaknya kami telah berusaha agar lomba benar-benar sesuai yang diharapkan semua pihak. AMIN

 

METODE PENENTUAN JUARA BERDASARKAN PENGAJUAN NOMINASI SESUAI KINERJA BURUNG

Penentuan burung yang layak masuk nominasi ditentukan oleh Juri, setelah dilakukan minimal empat kali kontrolan di Lapangan, dimana burung-burung yang layak juara dimasukan ke dalam pengajuan nominasi.

Pengajuan nominasi tidak hanya dibatasi 3 saja, namun berdasarkan burung-burung yang kinerjanya bagus tapi layak masuk nominais. Namun untuk efektivitasnya waktu maka dapat ditentukan dengan tabel, lihat Tabel-2: Tabel Pengajuan Nominasi. Tabel ini hanya sebagai bantuan saja, dimana jumlah pengajuan dapat lebih atau malah kurang, tergantung kinerja dan performance burung di lapangan.

•    Juri mengajukan burung-burung yang layak masuk nominasi kepada Team Perumus Nominasi sesuai burung yang mempunyai kinerja bagus (Setiap juri akan mempunyai ajuan berbeda)

•    Korlap, IP, dan Pengawas KM mengecek ajuan Juri, seumpama ada burung bagus kinerjanya akan tetapi belum masuk nominasi, dan diajukan minimal 2 orang Korlap, IP, Pengawas KM bisa diajukan ke Juri sesuai dengan banyaknya usulan dari Korlap, IP, Pengawas, kalau misal di catatan Korlap, IP, Pengawas KM hanya ada 4, maka dimasukan ke juri tsb dengan memberikan nilai mentok 38 kepada 4 juri yang bertugas, ini untuk menghindari nilai mentok yang kosong disebabkan oleh ajuan Korlap, IP, Pengawas KM karena yang mempunyai hak nilai mentok adalah juri.

•    Setelah Team Perumus Nominasi memasukan ke komputer, maka segera ditentukan urutan rangking dari 1 (jumlah pengajuan nominasi terbanyak) sampai dengan X (urutan jumlah pengajuan nominasi terkecil).

•    Team Perumus Nominasi memberikan data rangking Nominasi tertinggi, apabila rangking nominasi tertinggi hanya 1 burung bisa dikembangkan untuk diambil 1 s/d 2 atau 1 s/d 3 untuk menentukan Juara koncer A, B atau C.

 

JUARA KONCER BENDERA A, B, dan C

Penentuan Juara KONCER A, B dan atau C dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

1.     Juri mendapatkan data dari Team IT Nominasi lewat Korlap dan IP, dari hasil rangking nominasi

2.     Juri menentukan bendera koncer A, B, dan C berdasarkan pilihan masing-masing juri, berdasarkan AJUAN KONCER dari hasil rekap nominasi yang dilakukan oleh Team Nominasi KM.

3.    Alasan kenapa Juri bebas menentukan koncer terjadap pilihannya, karena apabila juri sudah ada pandangan yang bagus dari awal samai akhir, maka juri di pikirannya pasti akan mengoncerin burung tersebut.

4     Untuk menentukan juara 1, maka akan dilihat jumlah bendera A terbanyak, juara 2 dilihat jumlah bendera B terbanyak, dan seterusnya.

5.    Apabila ada juri dimana pengajuan nominasinya tidak masuk AJUAN KONCER, maka Juri tersebut WAJIB memantau terlebih dahulu burung yang masuk AJUAN KONCER, dan selanjutnya wajib memberikan koncer bendera A, B dan atau C pada burung tersebut (Tidak boleh keluar dari ajuan koncer). Ini untuk mengantisipasi bahwa juri tidak seenaknya mengajukan nominasi, namun akan tetap berdasarkan suara juri terbanyak (nilai mentok 38 tertinggi) untuk koncerin burung, cara ini cukup efektief antisipasi KKN.

 

 

 

PENENTUAN JUARA DI LUAR BENDERA KONCER (Lihat Tabel )

1.     Tidak menggunakan sistem TOS, karena untuk mendapatkan no.gantangan sudah fair play dari awal.

2.    Juara selanjutnya didapatkan di luar JUARA KONCER A, B dan C, yang diambil dari hasil rangking nominasi selanjutnya.

2    Apabila ada rangking yang sama disebabkan pengajuan nominasi yang sama misalnya masing mengajukan nominasi pada gantangan 5, 22, dan 10, maka urutan juara dimulai dari nomor gantangan terkecil

3.    Apabila hasil rangking tidak mencapai kuoata disebabkan pengajuan yang sama, maka juara selanjutnya (di luar koncer) diambil dari nilai mentok 38 yang full yang dilakukan oleh juri. Apabila nilai full mentok tidak ada maka diambil full mentok 5 (apabila juri 6) dan seterusnya

 

CONTOH-CONTOH:

Contoh-1: Pengajuan Tahap Koncer Sampai Rangking 3 (8 juri)

Pengajuan ke tahap koncer sampai rangking 3, disebabkan rangking 1 dan rangking 2 hanya ada 1 burung. Berikut contoh menentukan Juara koncer apabila ada 70 gantangan dan 8 juri, 2 Korlap, 2 IP dan 2 Pengawas, juara diambil 15 gantangan:

Tabel: Contoh Rangking Nominasi

Setelah rangking nominasi diberikan ke juri dari rangking 1 s/d 3, maka juri akan memberikan bendera koncer A, B dan C, pemberian bendera koncer tergantung juri masing-masing, sehingga apabila ada bendera yang mencar maka dapat dilihat hasil juara pada tabel sebagai berikut:

Tabel: Contoh Hasil Juara, setelah Juri memberikan Bendera Koncer

 

Contoh-2: Pengajuan Tahap Koncer hanya Rangking 1 (8 Juri)

Pengajuan ke tahap koncer hanya pada rangking 1, disebabkan rangking 1 burung ada banyak burung. Berikut contoh menentukan Juara koncer apabila ada 60 gantangan dan 6 juri, 2 Korlap, 2 IP dan 2 Pengawas, juara diambil 10 gantangan:

Tabel: Rangking nominasi yang mempunyai nilai sama (ajuan sama)

Setelah rangking nominasi diberikan ke juri dari hanya rangking 1 saja, maka juri akan memberikan bendera koncer A, B dan C, pemberian bendera koncer tergantung juri masing-masing, sehingga apabila ada bendera yang mencar maka dapat dilihat hasil juara pada tabel sebagai berikut:

 

Tabel: Hasil Juara dengan nilai rangking sama dan bendera koncer berbeda

 

Contoh-3: Pengajuan Tahap Koncer hanya Rangking 1 (6 juri)

Pengajuan ke tahap koncer hanya pada rangking 1, disebabkan rangking 1 burung ada banyak burung. Berikut contoh menentukan Juara koncer apabila ada 60 gantangan dan 6 juri, 2 Korlap, 2 IP dan 2 Pengawas, juara diambil 10 gantangan:

Tabel: Contoh Pengajuan Nominasi, ada pengajuan yang sama, jumlah juri 6

 

Setelah rangking nominasi diberikan ke juri dari hanya rangking 1 saja, maka juri akan memberikan bendera koncer A, B dan C, pemberian bendera koncer tergantung juri masing-masing, sehingga apabila ada bendera yang mencar maka dapat dilihat hasil juara pada tabel sebagai berikut:

Tabel: Hasil Juara setelah diberikan bendera Koncer

 

Note:

1. A6 artinya jumlah bendera koncer A berjumlah 6, B2, artinya jumlah bendera koncer B berjumlah 3, dst

2. Apabila gantangan berjumlah 70, maka kami akan menggunakan juri berjumlah 7-9, bisa juga Bendera Koncer tidak harus berjumlah juri sesuai dengan jumlah juri bertugas misal 9, namun tetep 6, sehingga 3 juri tetap mempunyai hak mengajukan nominasi, namun hanya 6 juri yang memberikan koncer. Tapi sebaiknya jumlah bendera koncer sesuai dengan jumlah juri yang bertugas.

 

Standar Penjurian KM yang berjumlah sekitar 18 halaman akan kami kirimkan kepada seluruh juri, Korlap, IP serta Pengawas juga kepada element yg bertugas di lapangan khususnya Team IT dan Rekap Manual.

 
Leave a comment

Posted by on March 2, 2014 in Uncategorized

 

Java – Kasus 1 (soal)

Kopasus 
mengavakuasi warga jumlah warga 40 orang yang terdiri dari : 

20 orang ibu hamil
20 orang manula

Marinir
ketika 20 orang ibu hamil diselamatkan, masuk dan serang teroris

Infantri
kalau teroris yang terbunuh sudah 50 orang, infantri masuk dan finishing

Koding java -nya adalah :

Komando.java

package angkatan;

import sun.awt.windows.ThemeReader;

public class Kopasus {

    public static void main(String[] args) {

        boolean work = true;
        while (work) {
            Thread back = new Thread();
            Thread komando = new Thread();

Bersambung!!!

http://maarifrochman.blogspot.com/2013_08_01_archive.html

 
Leave a comment

Posted by on September 17, 2013 in Uncategorized

 
 
%d bloggers like this: