RSS

Iseng2 belajar Java EE

28 Jul

newbie banget
sekedar catetan aja biar gag lupa

Dengan java, halaman html dapat menjadi dinamis, dengan artian :
– konten dari website berubah secara dinamis bergantung kondisi
– kondisi dapat terdiri dari : -identitas user
-waktu
-inputan dari user
Java Servlet
Program java yang mengembangkan fungsi dari webserver, yang menghasilkan konten yang dinamis dan dapat berinteraksi dengan web klien menggunakan paradigma request – response (whatever that means >.<)

JSP
dokumen berbasis text yang memiliki kemampuan untuk menampilkan baik
halaman statik maupun dinamik kepada browser klien.
Konten statik berupa : -HTML
-XML
-text
dinamik : – Kode java
– Menampilkan properti dari java beans
– memanggil logika yang sudah ditentukan di custom tags

Contoh sederhana :

Hello World!

Current time is

program di atas outputnya akan terus berubah menampilkan waktu saat browser sedang dibuka.

Gunakan
untuk statement seperti
saat kita ingin mendeklarasikan kelas ataupun method di dalam jsp kita
untuk sebuah expression
Scriptlet

Perbedaan antara Expression dan Scriptlet
– Expression tidak menggunakan semicolon :
– Hasil dari expression akan secara otomatis dikonversikan menjadi string untuk ditampilkan di output

Include ()
Ada dua mekanisme untuk include di JSP, yaitu :
– Include directive : : jika file jarang berubah
– Include Element : : untuk file yang terus berubah
Kelebihan JSP dibanding Servlet :
Servlet dapat melakukan banyak hal,
Namun sangatlah merepotkan untuk menggunakan method print() untuk menampilkan halaman html anda, dan juga lebih rumit untuk maintain halaman website tersebut
Tidak perlu compiling, packaging, dan setting classpath

Kapan menggunakan JSP / Servlet ??
Masing masing mempunyai kekuatan sendiri untuk saling melengkapi
Servlet berarti control and dispatch
JSP berarti displaying

Dalam lingkup produksi, jsp dan servlet digunakan bersamaan di dalam MVC (Modul – View – Controller) pattern diamana JSP difungsikan untuk bagian View dan servlet digunakan untuk Controller.

JSP adalah Servlet
– Halaman JSP akan ditranslasi menjadi Servlet.
o Tomcat translates greeting.jsp menjadi greeting$jsp.java
– Scriptlet (Java code) yang tedapat di dalam JSP pada akhirnya akan dimasukkan ke dalam method jspService() dari servlet yang dihasilkan
– Implicit objects untuk servlet juga akan dapat digunakan untuk para JSP page designers, JavaBeans developers, custom tag designers

Cara cara membuat konten dinamis di halaman JSP
a. Memanggil Java kode secara langsung didalam JSP
a. Hanya bagus untuk aplikasi web sederhana
b. Sulit untuk maintenance
c. Kode yang susah untuk digunakan kembali
d. Susah dimengerti developer lainnya
e. Bagian content dan presentasi susah untuk dibedakan
b. Memanggil Java kode secara tidak langsung
a. Mengembangkan kelas utility terpisah
b. Hanya memasukkan kode Java yang diperlukan untuk memanggil kelas utility
c. Lebih mudah digunakan dan dimaintenance daripada metode sebelumnya
d. Bagian konten dan presentasi lebih mudah untuk dibedakan jika dibandingkan dengan kelas sebelumnya, walaupun masih lemah
c. Menggunakan JavaBeans
a. Mengembangkan kelas utility dalam bentuk Java Beans
b. Dengan menggunakan fasilitas built in dari JSP untuk membuat sebuah instance dari javabeans, dan mengubah serta mengambil nilai properties dari javabeans tersebut
c. Lebih mudah digunakan oleh pengembang web
d. Lebih mudah digunakan dan dimaintenance daripada metode sebelumnya
d. Menggunakan Custom tags
a. Custom tags didesain khusus untuk jsp
b. Lebih powerful dari Javabeans, lebih dari sekedar getter dan setter
c. Reusability, maintainability, robustness
d. Walaupun lebih sulit untuk membuat custom tags daripada membuat javabeans
e. Menggunakan custom tags dari 3rd party atau JSTL
a. Ada banyak custom tags komersial dan opensource yang tersedia
b. JSTL(JSP Standart Tag Library) menstandarisasi custom tags yang seharusnya tersedia di platform Java EE
f. Desain / Menggunakan MVC pattern
a. Model menggunakan teknologi untuk model
b. View Menggunakan JSP
c. Controller menggunakan Servlet
d. Walaupun untuk membuat dan memaintain desain MVC anda sendiri sangat tidak disarankan

Kapan2 sambung lagi dah
Dah capek nulisnya neh😀

 
Leave a comment

Posted by on July 28, 2009 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: