RSS

ANALISA SISTEM

27 Jun

    Hingga saat ini, sistem manajemen aplikasi game pembelajaran di SEAMOLEC dilakukan secara manual, mulai dari proses penyerahannya, pelengkapan data hingga pembuatan daftar game yang tersedia juga dilaksanakan secara manual. Dalam pembuatan sistem informasi manajemen guna membantu tugas para staff SEAMOLEC dalam mengatur game yang mereka punya, maka diperlukan adanya analisis mengenai sistem yang sedang berjalan, sehingga perancangan sistem informasi yang akan dibuat dapat disesuaikan dengan sistem yang saat ini berjalan.


    Proses analisa sistem ini akan diawali dengan tinjauan organisasi, dekomposisi fungsi, analisa masukan, analisa keluaran, flow map sistem berjalan, diagram alir data dan diagram overview.

  1. Tinjauan Organisasi

    3.1.1    Profil Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Open Learning Centre

SEAMEO SEAMOLEC adalah sebuah institusi yang bernaung dibawah Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) atau Organisasi Menteri-Menteri Pendidikan se Asia Tenggara yang bertanggung jawab untuk mengembangkan Pendidikan Terbuka dan Pendidikan Jarak Jauh di Asia Tenggara. SEAMOLEC berpusat di Indonesia dan bekerjsama dengan Departemen Pendidikan Nasional, khususnya institusi yang menyelenggarakan PJJ maupun institusai pendukung program.

    Pada awalnya, sebuah task force yang mempresentasikan instansi ini dibentuk. Anggota dari task force tersebut terdiri dari perwakilan dari Pusat Telekomunikasi dan Komunikasi (Pustekkom), Universitas Terbuka (UT), Biro Kerjasama Luar Negeri (Biro KLN), dan Ikatan Pengembang Teknologi Pendidikan Indonesia (IPTPI). Task force tersebut kemudian berkembang menjadi tim kajian feasibilitas SEAMOLEC yang anggotanya terdiri dari perwakilan negara anggota SEAMEO dan sekretariat SEAMEO. Tim ini bertujuan untuk mempersiapkan kajian feasibilitas untuk pembentukan SEAMOLEC. Tim tersebut berhasil mencapai tujuannya, yaitu untuk membuat laporan kajian feasibilitas ke SEAMEO High Officials Meeting (HOM) di Bangkok, Thailand dan SEAMEO Council Conference di Manila, Filipina. Tujuan pendirian SEAMOLEC adalah untuk mendukung program pendidikan untuk semua.

    SEAMOLEC sebagai lembaga yang telah mengembangkan kualitas model pendidikan terbuka dan jarak jauh selama lebih dari 10 tahun, turut serta mengembangkan program yang mengintegrasikan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) ke dalam pembelajaran. JENI ASEAN RESEARCH CENTER (JARC) didirikan oleh SEAMOLEC pada tahun 2008 telah mengembangkan beberapa modul untuk pengembangan teknologi pembelajaran dengan memanfaatkan perangkat mobile sebagai penunjang pendidikan jarak jauh. Untuk memenuhi kebutuhan dan permintaan dari masyarakat untuk teknologi mobile yang terus berkembang, JARC melakukan sejumlah riset dalam pemanfaatan teknologi mobile terbaru sebagai media pembelajaran.

  1. Struktur Organisasi

Sistem manajemen game terdapat di JARC, dimana semua game dan pengelolaannya diserahkan pada staff JARC. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah struktur organisasi SEAMOLEC dan letak dari sistem manajemen game di JARC:

Gambar 3.1: Struktur Organisasi SEAMOLEC

    Sistem untuk manajemen game terletak di divisi JARC yang merupakan sebuah taskforce di bawah divisi riset SEAMOLEC yang bertugas untuk mengembangkan teknologi alternatif untuk pengembangan pendidikan terbuka dan jarak jauh. Di antara yang telah dikembangkan oleh JARC adalah:

  1. Aplikasi edukatif untuk piranti bergerak
  2. Permainan edukatif untuk piranti bergerak
  3. Permainan edukatif berbasis Role Playing Game
  4. Kamus berbahasa Asia tenggara, Inggris, dan Indonesia untuk piranti bergerak
  5. Aplikasi edukatif berbasis Android

Serta berbagai teknologi pendukung pendidikan terbuka dan jarak jauh lainnya.

  1. Dekomposisi Fungsi

Dekomposisi fungsi bertujuan untuk mengetahui pemisahan dari fungsi – fungsi yang ada di dalam sistem yang berjalan. Adapun dekomposisi fungsi sistem yang berjalan adalah sebagai berikut:

Gambar 3.2: Dekomposisi fungsi

Dari bagan mengenai dekomposisi fungsi di atas dapat terlihat bahwa fungsi utama dari sistem manajemen permainan yang sedang berjalan adalah penambahan game baru, meminta game, dan juga pembuatan laporan berupa katalog game tersebut.

  1. Analisa Masukan

Analisa masukan merupakan penjelasan dari masukan (input) yang dibutuhkan oleh sistem yang ada. Masukan yang diperlukan adalah:

1.     Nama Masukan    : dt_pembuat_game

    Fungsi        : Data pembuat game

    Sumber        : Pembuat Game

    Media            : Kertas

    Rangkap        : 1

    Frekuensi        : Setiap siswa masuk magang

    Volume        : 1 kali / periode magang

    Hasil Analisa    : Sudah cukup baik, karena sudah dilakukan dengan media kertas.

2.     Nama Masukan    : dt_game

    Fungsi        : Data game yang dibuat

    Sumber        : Pembuat Game

    Media            :
Softcopy

    Rangkap        : 1

    Frekuensi        : Setiap pengumpulan game

    Volume        : Setiap pengumpulan game

    Hasil Analisa    : Masih kurang baik, karena setiap deskripsi dari game tidak tercatat dengan baik, sehingga seringkali harus membuat sebuah deskripsi baru dari game yang sudah ada.

  1. Analisa Keluaranan

    Analisa keluaran merupakan penjelasan dari output yang dihasilkan dalam sistem yang berjalan. Keluaran tersebut adalah:

1.     Nama Keluaran    : lap_detail_game

    Keterangan    : Laporan detail game

    Fungsi    :    Untuk mengetahui detail game, screenshot, sekaligus file dari game itu sendiri.

    Distribusi        : Pengguna Game

    Media            :
Softcopy

    Frekuensi        : Setiap ada permintaan game

    Volume        : 1 kali setiap ada permintaan game

    Hasil Analisa    :    Cukup baik, setiap detail game yang diberikan dapat memenuhi kebutuhan pengguna game yang meminta.

2.     Nama Keluaran    : lap_katalog_game

    Keterangan    : Laporan katalog game

    Fungsi    :    Untuk mengetahui jumlah dan deskripsi dari semua game yang pernah dibuat, digunakan sebagai laporan bagi direksi SEAMOLEC.

    Distribusi        : Pengguna Game, direksi SEAMOLEC

    Media            :
Buklet

    Frekuensi        : Setiap tahun

    Volume        : 200 / tahun

    Hasil Analisa    :    Cukup baik, buklet mencakup semua game yang pernah dibuat. Namun proses pembuatan yang manual sangat memakan waktu dan tenaga.

  1. Flow Map Sistem Berjalan

Berikut adalah gambaran proses yang dilakukan dalam manajemen game di SEAMOLEC saat ini:


Gambar 3.3: Flow map manajemen game di SEAMOLEC

Proses manajemen game edukatif di SEAMOLEC dimulai dari pengumpulan curriculum vitae (CV) oleh pembuat game kepada sistem manajemen game di SEAMOLEC yaitu staff dari JARC, dimana CV tersebut akan diarsipkan jika sewaktu-waktu diperlukan komunikasi lebih lanjut dengan pengembang dari game tersebut. Game yang sudah selesai dikembangkan, juga akan diserahkan kepada sistem manajemen game beserta dengan deskripsi dari game tersebut, dimana selanjutnya data tersebut akan di masukkan ke dalam media penyimpanan data.

Saat dibutuhkan, maka pemakai game akan menanyakan kepada staff JARC sebagai penanggung jawab game tersebut mengenai game yang dibutuhkan, beserta persyaratan yang dicari, seperti kategori, mata pelajaran, ataupun tingkatan kelas game tersebut. Setelah proses pencarian, maka diberikanlah informasi mengenai deskripsi dari game yang memenuhi kriteria pencarian yang diberikan, setelah game ditemukan, maka staff JARC tersebut akan memberikan game tersebut kepada pengguna game.

Saat dibutuhkan sebuah laporan mengenai daftar game yang sudah ada, maka penanggung jawab tersebut akan mendaftar game-game yang terdapat di media penyimpanan yang tersedia.

Terdapat beberapa kelemahan dari manajemen game di SEAMOLEC saat ini, seperti tidak lengkapnya laporan game yang dihasilkan, maupun ketepatan dari deskripsi maupun spesifikasi game yang sering tidak sesuai, beberapa kendala yang ditemukan adalah:

  1. Media penyimpanan terpisah-pisah, mengakibatkan sering hilangnya informasi yang ada.
  2. Ketidakseragaman bentuk deskripsi dari game yang dikumpulkan, mengakibatkan permasalahan dalam pembuatan laporan/katalog game.
  3. Proses pendataan yang masih manual, memperbesar kemungkinan adanya kesalahan.

  1. Diagram Alir Data

    Diagram Alir Data (DAD) merupakan sebuah alat modelling, yang memungkinkan penggambaran suatu sistem sebagai suatu kesatuan dari fungsi yang saling terhubung satu dengan lainnya oleh penghubung yang disebut alur data. DAD membantu analis sistem untuk meringkas informasi tentang sistem, melihat hubungan antara sub-sistem, serta berfugnsi sebagai alat komunikasi yang baik antara pemakai dan analis sistem.

  1. Diagram Konteks

    Diagram konteks merupakan diagram top level, atau merupakan diagram dengan level tertinggi. Pada diagram konteks digambarkan hubungan sistem dengan entiti di luar sistem, dalam kasus ini entiti tersebut adalah pembuat game serta pengguna game.


Gambar 3.4: Diagram konteks sistem manajemen game di SEAMOLEC

  1. Diagram Overview Sistem Berjalan

    Diagram overview merupakan jabaran dari diagram konteks, menjelaskan mengenai proses dan aktifitas mengenai alur data yang terdapat di dalam sistem yang sedang berjalan.


Gambar 3.5: Diagram Overview sistem manajemen game di SEAMOLEC

  1. Diagram Rinci Proses 1 Level 2


Gambar 3.6: Diagram rinci proses catat data

  1. Analisis Simpanan Data

    Analisis simpanan data menjelaskan tentang semua simpanan data pada DAD dan hubungan di antaranya:

  1. Nama Simpanan Data    : arsp_pembuat_game

Deskripsi    :    Kumpulan data dan informasi mengenai pembuat game

Media                    : Pengarsipan berupa buku besar

Kaitan dengan data masukan    :    Untuk melihat data pembuat game yang terdaftar di JARC

Kaitan dengan data keluaran    :    Dicantumkan dalam katalog game, sehingga jika ada yang berminat untuk memasarkan game tersebut, maupun memiliki pertanyaan lainnya mengenai game tersebut dapat langsung menghubungi pembuatnya

Deskripsi    :        – kd_pembuat

    – nm_pembuat

    – instansi_pembuat

    – no_telpon

    – email


  1. Nama Simpanan Data    : arsp _game

Deskripsi    :    Kumpulan data dan informasi mengenai game yang ada

Media                    : softcopy

Kaitan dengan data masukan    :    Mengetahui jumlah game yang dimasukkan ke dalam sistem

Kaitan dengan data keluaran    :    Dicantumkan dalam katalog game, sebagai daftar dari game yang dimiliki oleh JARC

Deskripsi    :        – kd_game

    – kd_pembuat

    – judul_game

    – deskripsi_game

– Jenis Game

– Kategori Game

    – screenshot

  1. Identifikasi Kebutuhan

  1. Kebutuhan    : arsp_pembuat_game

    Masalah    :    Proses masih manual

    Usulan        :    dirancang form pembuat game yang nantinya akan dientry kedalam sistem

  2. Kebutuhan    : arsp _game

    Masalah    :    Proses masih manual, sering terjadi duplikasi data, data yang hilang dikarenakan repositori yang tidak terpusat

    Usulan        :    dirancang form game yang nantinya akan dientry kedalam sistem


 
1 Comment

Posted by on June 27, 2011 in Tugas Akhir AWM

 

One response to “ANALISA SISTEM

  1. jdlines

    June 19, 2015 at 10:39 pm

    Mantapp nih artikelnya.. Tinggalin jejak dulu, lagi belajar juga soalnya

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: