RSS

Contoh Skenario Game

07 Jul


Pokok Bahasan: Membuat karya dengan menerapkan sifat cahaya (periskop, lensa).

 

  1. Premis

    Belajar itu sebuah proses dari tidak tahu menjadi tahu

  2. Sinopsis
    1. Jalannya cerita

      Di SD Mentari. Pada suatu ketika, Sinar sedang mengikuti Kegiatan Camping dengan teman-temannya dalam rangka Perkemahan Sabtu Minggu. Waktu malam hari, kakak pembina menugaskan Sinar dan teman-temanya menuju Goa Cermin untuk mengumpulkan bendera yang mana sebelum mereka tiba di Goa Cermin, mereka harus melewati berbagai rintangan. Mereka akan mendapatkan bendera jika melewati berbagai pos.

      Dimulai dari basecamp, Sinar dan dua temannya menuju ke POS 1. Karena suasana malam yang gelap dan jalan lembab, Sinar merasa perlu adanya sesuatu yang membantunya melihat jalan. Kemudian Sinar meilhat ada kayu yang terletak diseberang jalan dan ia mengambilnya. Salah satu temannya, Mail bertanya tentang apa yang dilakukan Sinar. Dengan cara menggesekkan dua buah batu secara berulang kali, sehingga menghasilkan api yang bisa dimanfaatkan sebagai obor. Akhirnya Sinar dan kedua temannya dapat memulai perjalanan malam itu.

      Pada POS 1 sampai dengan POS 5, mereka menghadapi tantangan yang diberikan oleh kakak pembina. Merekaharus menyelesaikan tantangan pada masing-masing pos sebelum melanjutkan perjalanan ke POS berikutnya untuk menuju ke Goa Cermin.

      Di Goa Cermin, mereka wajib menemukan alat-alat yang merupakan hasil penyelesaian mereka di tiap pos. Jika Sinar dan teman-temannya berhasil akan dilantik menjadi Penggalang Inti.

       

       

    2. Rumusan masalah

      Pelajaran I

      Mata kita tidak bisa melihat keadaan sekitar tanpa adanya cahaya (dalam kondisi gelap)

      POS 1    (Cahaya Merambat Lurus)

      Kakak pembina menyiapkan sebuah lilin, dan 3 kertas karton dengan satu lubang di tengah pada kertas tersebut dan disusun sedemikian rupa. Kemudian kakak pembina bertanya “Apakah kamu bisa melihat cahaya api dari lilin?” Ya. “Apa yang dapat kalian simpulkan dari kegiatan tadi?”

       

      POS 2 (Cahaya dapat dipantulkan)

      Kakak pembina menyiapkan sebuah cermin datar, dan senter. Kemudian kakak pembina mengarahkan mereka untuk masuk ke dalam pos. Di dalam pos sudah tersedia cermin sebesar tubuh mereka. Kakak pembina mengarahkan senter lurus ke arahcermin. Kemudian bertanya kepada Sinar, “Apa yang kamu lihat di cermin akibat dari senter ini?”

      Kedua, kakak pembina mengarahkan senter dari sisi miring di depan cermin. Kemudian kakak pembina meminta Mail untuk menengok ke belakang cermin dan menanyakan apakah ada cahaya dari senter menembus cermin itu. Mail menjawab tidak.

      Kemudian kakak pembina menanyakan ke mana arah cahaya dari senter? Sinar dan teman-temannya melihat arah cahaya dari senter. Dan mereka akhirnya menemukan jawabannya.

       

      POS 3 (Cahaya di cermin cekung)

      Di pos ketiga, kakak pembina meyediakan cermin datar, cermin cembung, dan cermin cekung. Untuk cermin datar, kakak pembina menempelkan kertas berisi nama siswa di depan dahi siswa. Kemudian meminta siswa untuk berdiri di depan cermin dan melihat apa yang terjadi pada bayangannya di cermin. Kakak pembina bertanya tentang sifat bayangan pada cermin datar.

      Untuk cermin cembung, dan cermin cekung kakak pembina juga menyuruh hal yang sama sehingga siswa bisa menjawab sifat bayangan dari cermin cembung dan cekung.

       

      POS 4 (Cahaya dapat dibiaskan dan dapat diuraikan)

      Pada waktu siswa memasuki POS 4 kakak pembina menyiapkan gelas berisi air dan satu batang pensil. Kemudian menanyai siswanya, “Bagaimana mematahkan pensil ini dengan hanya menggunakan bahan-bahan ini (menunjuk segelas air dan pensil itu sendiri)?”

       

      POS 5 (Cahaya dapat diuraikan)

      Setelah itu di pos 5 kakak pembina menyediakan cakram warna. Bagaimana caranya supaya siswa bisa menciptakan warna putih dari cakram warna itu?

       

      Kemudian di goa cermin siswa mengaplikasikan pelajaran apa yang telah mereka dapat dari pos I sampai dengan pos V.

      Di dalam goa cermin tersedia teka-teki yang berhubungan dengan peralatan yang menerapkan sifat cahaya. Sehingga mereka mengetahui apa fungsi periskop dan lensa.

       

      Bahasan:

      Sifat Cahaya

  • Merambat lurus
  • Di pantulkan
  • Di biaskan
  • Di uraikan

Pemanfaatan

  • Periskop
  • Kaleidoskop
  • lup

 

  1. Rumusan solusi

    Pelajaran I

    Sinar dan teman-temannya membuat sumber cahaya dengan menyalankan obor.

    Pos 1

    Meluruskan lubang sehingga juga lurus dengan cahaya yang berasal dari lilin. Dengan demikian cahaya dari lilin bisa kita lihat dari lubang di karton-karton tersebut.

    Pos 2

    Jawabannya adalah cahaya senter itu berada tepat lurus di arah datangnya cahaya karena kakak pembina meletakkan lurus dengan cermin datar itu.

    Kemudian ketika diminta mencari bayangan senter waktu kakak pembina menyorotkan senter agak miring dari bidang cermin datar, maka Sinar dan teman-temannya mengikuti arah bayangan cahaya dari senter itu. Kemudian mereka menemukannya di daerah pohon-pohon. Dengan demikian disadari bahwa cahaya dapat memantul.

    Pos 3

    Jawabannya adalah

    Sifat cermin datar: maya, tegak, sama dengan objek

    Sifat cermin cembung: maya, tegak diperkecil

    Sifat cermin cekung:    jika benda dekat: maya, tegak, diperbesar

    Jika benda jauh: nyata (dapat ditangkap oleh layar). terbalik

  2. Titik kritis sebagai tantangan

    Pada saat mereka sampai dan masuk ke Goa Cermin, maka mereka akan menghadapi tantangan terakhir untuk mendapatkan predikat terbaik.

    Di goa cermin mereka harus bisa mencari benda-benda kecil yang diminta kakak pembina untuk mencarinya sehingga mereka memerlukan lup sebagai alat untuk membantu mereka mengerjakan instruksi tersebut. selain itu, mereka juga harus bisa membuat periskop yang gunanya untuk mereka menyeberang menggunakan kapal selam nanti setelah mereka berhasil keluar dari goa cermin.

     

  1. Skenario
    1. Lokasi

      Pada musim panas SD Mentari mengadakan Persami khusus untuk melantik Penggalang Inti dari siswa kelas 5. Acara diadakan di daerah perbukitan

    2. Tokoh & akting

      1th Scene

      Pada suatu ketika, Sinar sedang mengikuti kegiatan camping dengan teman-temannya dalam rangka perkemahan Sabtu Minggu.

      2th Scene

      Kakak Pembina: “Untuk melanjutkan ke pos berikutnya, kamu harus menyelesaikan tantangan di pos ini”

      Sinar: “Siap Kak.. Lalu apa yang harus kita lakukan?”

      Kakak Pembina: “Kakak sudah menyiapkan sebuah lilin dan 3 kertas karton dengan satu lubang di tengah pada kertas tersebut dan disusun lurus.”

      Kakak Pembina: “Coba Kamu amati terlebih dahulu , apa yang terjadi?”

      Sinar: “Biak, Kak.”

       

      Lima menit kemudian

      Sinar: “Kami sudah bisa memecahkan tantangan di pos ini, Kak.”

      Kakak Pembina: “Apa yang kalian temukan lewat percobaan ini?”

      Sinar: “Lewat percobaan ini, kami jadi tahu bahwa:

      Choices:    a. Lilin dapat merambat

              b. Cahaya merambat lurus

              c. Kertas karton berlubang dapat bercahaya

              d. Cahaya menembus karton

      Jika jawaban benar, maka Sinar akan mendapat penghargaan.

      Kakak Pembina: “Tepat sekali. Kamu anak yang pintar dan kamu bisa melanjutkan ke pos berikutnya.”

      Sinar: “Yes! Terimakasih ya, Kak.”

      Kakak Pembina: ”

      Jika jawaban salah, maka kakak pembina memintanya untuk mengamati lagi.

      Sinar: “Baiklah..”

       

      3th Scene

      Sampai di Pos II

      Sinar: “Malam, Kak.”

      Kakak Pembina: “Malam.. Selamat datang di pos II, Adik-adik..”

      Kakak Pembina: “Setelah sukses di pos I, kalian berhak mengikuti tantangan di pos II ini”

      Kakak Pembina: “Apa kalian sudah siap akan tantangan yang akan kakak berikan?”

      Sinar: “Siap, Kak!”

      Kakak Pembina: “Bagus.. Ikut kakak masuk ke bilik itu dan kalian perhatikan apa yang terjadi di situ, ok?”

      Sinar: “Ok, Kak.”

       

      Mereka berjalan sebentar untuk menuju ke bilik. Di dalam bilik telah disediakan cermin datar, cermin cembung, dan cermin cekung, serta satu senter.

      Sebelum masuk ke bilik, kakak pembina menempeli dahi Sinar dan temannya dengan kertas bertuliskan nama mereka masing-masing. Kemudian kakak pembina mulai memberikan instruksinya.

       

      Kakak Pembina: “Silakan kalian masuk ke bilik dan perhatikan apa saja yang ada di dalam sana.”

      Sinar: “Baik, Kak.”

       

      Mereka memasuki bilik dan memperhatikan cermin-cermin yang ada di dalam bilik yang tidak terang dengan penerangan 4 lilin di tiap sudut bilik itu.

      Di langkah pertama mereka dihadapkan oleh cermin datar.

      Kakak Pembina: “Coba kalian berdiri tegak di depan cermin datar itu, kemudian perhatikan hal unik apa yang terjadi! Jelas?”

      Sinar: “Jelas, Kak.”

      Beberapa menit kemudian…

      Kakak Pembina: “Kalian sudah menemukan keunikannya? Coba ceritakan ke kakak!”

      Sinar: “Sudah, Kak. Salah satunya tulisan namaku jadi terbalik.”

      Kakak Pembina: “Pengamatan yang bagus, Sinar.. Itu benar. Selain itu, apa yang kalian temukan lagi?”

      Mail: “Diriku melihat di cermin seperti ada yang mirip diriku, Kak. Tapi itu tidak benar. Diriku hanya ada satu.”

      Kakak Pembina: “Cermat kamu, Mail… Lalu apa yang bisa kalian simpulkan dari pengamatan itu?”

      Sinar: “Aku tahu, Kak!”

      Sinar: “Di cermin adalah bayangan saja. Diri kita nyata, tapi yang ada di cermin tidak nyata.”

      Kakak Pembina: “Pandai nian Kamu, Sinar.. Hanya bayangan, bukan benar-benar diri kalian. Nah, berarti bayangan itu tidak bersifat nyata, melainkan bersifat …”

      Choices:     a. Maya

      b. Mimpi

        Jika jawaban benar, maka kakak pembina memberikan pujian.

        Kakak Pembina: “Tepat sekali! Kalian memang anak-anak yang cerdas..”

        Sinar: “Secerdas Pak BJ Habibi ya kak.. ahahaha..”

    Kakak Pembina: “Iya, kelak kalian juga ciptakan pesawat dalam negeri yang lebih canggih dari sebelum-sebelumnya ya..”

Sinar: “Insyaa Allaah, Kak..”

Kakak Pembina: “Baiklah, kita lanjut ke cermin berikutnya ya..”

Sinar: “Yuk, mariii..”

 

Beberapa langkah berjalan, sampailah mereka di depan cermin cembung.

Kakak Pembina: “Nah, kita sudah sampai di depan cermin apa ini hayooo?

Mail: “Cembung, Kak!”

Kakak Pembina: “Betul, Mail..”

Mail: “O.. Tentu lah kak.. Ada tulisannya sih Kak, tuh tulisan kecil di alas bilik ini. Hehehe..”

Kakak Pembina, Sinar, dan Mail: (tertawa)

Kakak Pembina: “Seperti yang kakak instruksikan tadi, coba kalian amati apa yang terjadi di cermin cembung ini? Lima menit lagi kalian harus siap menceritakan ke kakak apa yang terjadi ya..”

Sinar dan Mail: “Siap, Kak!”

 

Lima menit kemudian…

 

Sinar: “Kami siap menjawab, Kak.”

Kakak Pembina: “Ok, bagaimana menurut kalian? Apa yang terjadi jika kita berada di depan cermin cembung tersebut?”

Sinar: “Begini kak, ketika kami berada di depan cermin itu, kami tetap berdiri tegak seperti layaknya kami berdiri di sini. Akan tetapi, kita jadi mengecil di dalam cermin tersebut juga.

 

 

 

Setelah Sinar dan temannya bertemu dengan kakak pembina di Pos III, sesuai prosedur, Sinar harus menyelesaikan lagi tantangan yang diberikan oleh kakak pembina.

Sinar dan Mail: “Selamat malam, kak.”

Kakak Pos III: “Ya, selamat malam dik.”

Kakak Pos III: “Sudah siapkah menerima tantangan di Pos III?”

Sinar dan Mail: “Kami siap kak.”

Kakak Pos III: ”

  1. Musik
  2. Dialog

 

Pertanyaan:

  1. Skenario

     

Intro

 
Leave a comment

Posted by on July 7, 2011 in Iseng

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: