RSS

Teori Game Intelijen

18 Dec

 

The Chain-Store Game

Merupakan sebuah fenomena yang akan terjadi terhadap jaringan toko yang tersebar di seluruh Negri, katakanlah seperti Indomart/Alfamart (Chain Store). Kemudian terdapat satu penantang, di satu kota, yang akan membuka bisnis yang sama (Challenger). Sehingga penantang dan jaringan toko akan memiliki beberapa opsi tindakan:

Gambar 1. Chain-Store Game

Penantang akan memiliki kemungkinan untuk mengurangi keuntungan dari jaringan toko, sehingga penantang memiliki 2 pilihan: Berinvestasi dan memasuki pasar, atau tidak. Jika tidak, jaringan toko tidak perlu mengambil kebijakan baru dan berjalan seperti biasa. Namun Jika penantang memutuskan untuk memasuki pasar, maka jaringan toko memiliki 2 pilihan: Menurunkan harga dan memulai perang harga, atau membiarkan toko tersebut.

Sehingga keputusan penantang untuk memasuki market atau tidak biasanya dipengaruhi oleh perkiraan apakah jaringan toko cukup kuat untuk memulai perang harga, atau lemah sehingga akan membiarkan penantang untuk menjadi saingan. Jika jaringan toko cukup kuat, menurunkan harga akan merugikan jaringan toko sendiri dalam jangka pendek, namun dalam jangka panjang diharapkan penurunan harga dari jaringan toko akan membuat penantang bangkrut sehingga menjaga keuntungan dari jaringan toko. Resikonya, jika ternyata hal tersebut tidak membuat sang penantang bangkrut, dan membuat jaringan toko merugi atau bahkan bangkrut.

Namun jika jaringan toko lemah, maka pilihan untuk membiarkan penantang baru tersebut merupakan langkah aman. Namun resikonya, dengan membiarkan satu penantang baru tersebut, penantang lain akan melihat bahwa jaringan toko tersebut lemah, dan mulai membuka bisnisnya. Hal ini dapat mengancam bisnis jaringan toko.

Contoh kasus yang dapat dilihat di sekitar kita adalah kasus Indomart/Alfamart, dimana karena kuatnya kedua jaringan toko tersebut, penantang yang berupa toko-toko kelontong, kebanyakan memilih untuk mundur dan membuka bisnisnya di tempat lain. Jaringan Indonemart/Alfamart, melihat tidak adanya persaingan, semakin memperluas bisnisnya. Persaingan yang lebih seimbang dapat kita lihat pada persaingan jaringan toko Indomart dan Alfamart, dimana saat di suatu tempat Indomart membuka cabang baru, karena penantang merasa sama kuat, maka dia akan berani membuka bisnis di tempat yang sama. Karena sama kuatnya, Indomart akan memulai perang harga dengan mengadakan berbagai program diskon dan promosi.

 

The Centipede Game

Centipede Game merupakan permainan 2 orang, dimana setiap orang akan diberikan “tumpukan modal”, modal dapat berupa uang, permen, atau lainnya. Permainan ini dimainkan secara bergilir, dimana setiap putarannya pemain akan diberikan pilihan untuk “melanjutkan” atau “berhenti”. Jika pemain memilih melanjutkan, maka host game akan menggandakan modal tiap pemain. Tetapi jika pemain memilih berhenti, maka dia akan mendapatkan tumpukan modal dengan isi terbanyak.

Dapat terlihat di gambar 1, di awal permainan pemain pertama mendapatkan modal 4 buah, sedangkan pemain kedua mendapatkan modal 1 buah. Pemain pertama akan mendapatkan pilihan untuk menghentikan permainan, sehingga dia mengambil 4 buah, dan pemain kedua hanya mendapatkan 1 buah.

Namun pemain pertama juga memiliki pilihan untuk “pass” dan memberikan giliran ke pemain kedua. Jika memilih pass, maka host dari game ini akan melipatgandakan modalserta menukar tumpukan modal. Sehingga dari tumpukan awal modal milik pemain kedua yang berisi 1 buah, akan menjadi 2 buah dan menjadi milik pemain pertama, sedangkan tumpukan pertama yang berisi 4 buah milik pemain pertama, akan menjadi 8 buah milik pemain kedua. Pemain kedua kemudian memilih untuk menghentikan permainan, dan mengambil 8 modal, atau meneruskan permainan dan melipatgandakan modal kembali.

Permainan ini merupakan salah satu contoh dari konflik kebersamaan dengan kepentingan pribadi, karena jumlah modal yang berganda di tiap putaran, sang pemain sebenarnya akan diuntungkan dengan “pass” dan menyerahkan giliran ke pemain lain. Walaupun pada akhirnya dia mendapatkan jumlah yang lebih sedikit dari lawan, jumlahnya akan lebih besar daripada ketika dia menghentikan permainan pada giliran sebelumnya. Namun dikarenakan selisih jumlah itulah, pemain yang egois akan menghentikan permainan dan mengambil jumlah yang lebih besar.

Konsep ini sebenarnya dapat digunakan di berbagai masalah kehidupan, contoh saja dalam dunia asmara. Budi mendapat kesempatan untuk bekerja bersama seorang wanita cantik. Setelah pekerjaan selesai Budi dapat berpisah dengan wanita tersebut, atau mengajaknya makan bersama dan lebih mengenalinya. Giliran wanita tersebut yang memilih untuk menolaknya, dan menghentikan permainan atau setuju untuk makan malam. Semakin lama permainan berlangsung, jika salah seorang memutuskan untuk menghentikan permainan, maka pihak lawan akan sangat “hancur” atau patah hati. Tetapi jika kedua belah pihak memutuskan untuk terus bermain, maka mereka dapat saling menguntungkan satu dengan yang lainnya.

 
Leave a comment

Posted by on December 18, 2014 in game

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: